Langsung ke konten utama

Brown Canyon, Wisata Tambang di Semarang


Oleh Dery Rizki P.
Instagram :@deryrizkipurwanto
Penambangan sering dikaitkan dengan kerusakan lingkungan yang memberikan dampak negatif kepada masyarakat sekitar. Berbeda dengan wisata Brown Canyon yang lahir dari aktivitas penambangan. Brown Canyon masih termasuk di wilayah Kota Semarang, Jawa tengah tepatnya di Meteseh, Tembalang.
Akibat pengerukan yang dilakukan terus menerus setiap hari, bukit yang tinggi kini berubah menjadi susunan tebing yang indah dan sering dikaitkan dengan Grand Canyon yang ada di Amerika. Hal itu juga yang mendasari penamaan Brown Canyon.
    Kamu bisa menikmati sore hari disana dengan pmandangan matahari yang indah. Jika kamu suka bersepeda, mungkin itu bisa menjadi cara alternatif menikmati tebing di Brown Canyon. Hanya foto-foto pun tidak masalah untuk menambah post di sosial media.
Untuk akses menuju ke sana masih terbilang sulit karena jalan yang belum baik dan belum ada yang menjadi pengelola wisata resmi. Hal tersebut yang membuat Brown Canyon hanya sebagai wisata umum gratis tanpa fasilitas sedikit pun.
Jika kamu ingin ke sana, kamu harus membawa perlengkapan seperti masker atau penutup lainnya untuk melindungi dari debu. Banyaknya debu disana karena aktivitas penambangan yang masih aktif dan banyak alat berat yang masih bekerja. Selain itu, disana tidak ada yang berjualan. Pastikan kamu membawa bekal makanan atau minuman sendiri jika kamu ingin berlama-lama disana.
Tidak ada jam operasional wisata Brown Canyon, jadi kamu bisa kesana kapan saja. Bagaimana menurut kamu? Apakah sekarang punya wish list untuk berkunjung ke Brown Canyon? Oh iya, Tapi ingat,  Brown Canyon masih aktif dalam aktivitas penambangan, jadi pastikan kamu tidak mengganggu kegiatan disana dan jangan lupa utamakan keselamatan ya!

   




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Tuan Ma dalam Semana Santa Larantuka

Ada yang unik dalam prosesi Paskah di Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Prosesi yang dikenal dengan nama Semana Santa di tempat itu, amat lekat dengan kehadiran sosok Tuan Ma.
Siapakah Tuan Ma? Bukan, dia bukan seorang lelaki. Tuan Ma justru merupakan gabungan panggilan “tuan” dan “mama.

Tuan Ma adalah patung Bunda Maria yang begitu khas, dibalut dengan jubah kebiruan. Setiap tahun, saat Paskah, orang-orang, baik dari dalam mau pun luar Larantuka, berdatangan dan mengikuti pekan suci (semana=pekan , santa=suci) yang unik ini.

Sebelum Jumat Agung, beberapa tradisi dilakukan di kota itu. Pertama, prosesi laut, mengantarkan Patung Yesus wafat di dalam peti dari Kapela Tuan Meninu ke Pelabuhan Cure, tepat di depan Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana. Tuan Ana sendiri merupakan patung Tuhan Yesus. Setelah itu, patung Tuan Ma diarak. Inilah prosesi yang cukup ramai dan menarik banyak wisatawan di sana.
Patung Tuan Ma yang kini terlihat di Larantuka adalah patung replika. Pasalnya, patung asli Tuan Ma ya…

Café de Flore Paris, Tempat Para Filsuf Duduk dan Berpikir

Paris bukan sekadar tentang Menara Eiffel saja lho. Kalau kamu suka berkarya dan punya kesempatan pergi ke Paris, ada baiknya kam8u datang ke Café de Flore.

Kafe ini terletak di Saint German dr Pres dan di masa lalu menjadi tempat favorit bagi para filsuf, penulis, dan selebritas layaknya J.P Sartre, Albert Camus, hingga Brigitte Bardot untuk sekadar meneguk secangkir kopi pahit dan bersantap santai. Dari kegiatan itu, maka ide-ide menarik pun bermunculan di kepala mereka.

Agaknya istilah La Joie de Vivre alias seni menikmati hidup tak berlebihan bila disematkan pada aktivitas para seniman masa lalu di kafe ini. Di Café de Flore para 'parisienne' makan, bersantai, hingga menyesap anggur merah, tetapi toh kegiatan itu tidaklah membuang-buang waktu. Bukankah untuk dapat menghasilkan sesuatu yang berarti kita harus bahagia terlebih dahulu? #cafedeflore #paris #travel #menulis #filsafat

Museum Fatahillah

Museum yang memuat sejarah Jakarta.

A museum about Jakarta/Batavia history

Open hours: Selasa-Minggu, 08.00-17.00 WIB (Tuesday-Sunday, 8AM-5PM)
Address: Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110