Langsung ke konten utama

Semua Bisa Mendaki Papandayan



 Oleh Dery Rizki P.
Instagram :@deryrizkipurwanto

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Terkenal dengan kawahnya yang banyak dan memberikan kenangan tersendiri bagi pendaki, Gunung Papandayan lebih banyak didominasi oleh batuan kapur. Selama perjalanan mendaki,  kamu akan ditemani oleh indahnya pemandangan yang tidak akan ada habisnya sejauh mata memandang.

Saat ini, Gunung Papandayan telah dikelola oleh perusahaan swasta dan fasilitas yang diberikan sudah cukup memadai. Gunung Papandayan tidak hanya bisa dinikmati oleh pendaki yang berpengalaman saja, tetapi semua kalangan pun bisa. Pengalaman saya yang baru mendaki Gunung Papandayan, sering terlihat anak-anak dan lansia yang juga mendaki Gunung Papandayan. 



Tentu karena fasilitas yang telah memadai disana, seperti ojek dan tangga alami yang mengantarkan sampai ke pemandangan kawah. Bagaimana jika ingin buang air? Pengelola juga telah menyediakan banyak toilet umum disana.

Untuk kamu yang ingin bermalam disana juga bisa mengambil alternatif mendirikan tenda di Pos Pondok Saladah atau Gubber Hood. Kenapa harus bermalam disana? Karena jika beruntung dan langit cerah, maka akan sangat banyak bintang di langit yang bisa kamu nikmati di malam hari. Sedangkan untuk pemandangan matahari terbit, sangat indah dinikmati di Hutan Mati. 

Hutan Mati adalah salah satu tujuan utama pendaki yang mendaki Gunung Papandayan. Keunikannya terletak pada banyaknya pohon mati tanpa daun karena aktivitas vulkanik Gunung Papandayan. Kombinasi antara pohon mati dengan batuan kapur menjadi tujuan pendaki untuk berfoto.

Meskipun sangat mudah untuk bisa mendaki Gunung Papandayan, persiapanmu dalam melakukan pendakian ini juga harus aman. Setidaknya, kamu harus membawa peralatan dasar mendaki seperti tenda, peralatan penghangat seperti jaket atau sleeping bag, dan matras untuk alas tidur. Tetap utamakan keselamatan dalam perjalananmu ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Tuan Ma dalam Semana Santa Larantuka

Ada yang unik dalam prosesi Paskah di Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Prosesi yang dikenal dengan nama Semana Santa di tempat itu, amat lekat dengan kehadiran sosok Tuan Ma.
Siapakah Tuan Ma? Bukan, dia bukan seorang lelaki. Tuan Ma justru merupakan gabungan panggilan “tuan” dan “mama.

Tuan Ma adalah patung Bunda Maria yang begitu khas, dibalut dengan jubah kebiruan. Setiap tahun, saat Paskah, orang-orang, baik dari dalam mau pun luar Larantuka, berdatangan dan mengikuti pekan suci (semana=pekan , santa=suci) yang unik ini.

Sebelum Jumat Agung, beberapa tradisi dilakukan di kota itu. Pertama, prosesi laut, mengantarkan Patung Yesus wafat di dalam peti dari Kapela Tuan Meninu ke Pelabuhan Cure, tepat di depan Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana. Tuan Ana sendiri merupakan patung Tuhan Yesus. Setelah itu, patung Tuan Ma diarak. Inilah prosesi yang cukup ramai dan menarik banyak wisatawan di sana.
Patung Tuan Ma yang kini terlihat di Larantuka adalah patung replika. Pasalnya, patung asli Tuan Ma ya…

Café de Flore Paris, Tempat Para Filsuf Duduk dan Berpikir

Paris bukan sekadar tentang Menara Eiffel saja lho. Kalau kamu suka berkarya dan punya kesempatan pergi ke Paris, ada baiknya kam8u datang ke Café de Flore.

Kafe ini terletak di Saint German dr Pres dan di masa lalu menjadi tempat favorit bagi para filsuf, penulis, dan selebritas layaknya J.P Sartre, Albert Camus, hingga Brigitte Bardot untuk sekadar meneguk secangkir kopi pahit dan bersantap santai. Dari kegiatan itu, maka ide-ide menarik pun bermunculan di kepala mereka.

Agaknya istilah La Joie de Vivre alias seni menikmati hidup tak berlebihan bila disematkan pada aktivitas para seniman masa lalu di kafe ini. Di Café de Flore para 'parisienne' makan, bersantai, hingga menyesap anggur merah, tetapi toh kegiatan itu tidaklah membuang-buang waktu. Bukankah untuk dapat menghasilkan sesuatu yang berarti kita harus bahagia terlebih dahulu? #cafedeflore #paris #travel #menulis #filsafat

Museum Fatahillah

Museum yang memuat sejarah Jakarta.

A museum about Jakarta/Batavia history

Open hours: Selasa-Minggu, 08.00-17.00 WIB (Tuesday-Sunday, 8AM-5PM)
Address: Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110